Thursday, 9 October 2008

TURBULENSI RASA


8 Tahun sudah rasa Q ini bersarang dalam gua tak bernama..
Bahkan pada siapa Aq berharap Aq pun sudah lupa.

Ahh, rasa Q ini benar-benar jadi hampa...!

Telah coba Q daki lembah hatinya
Tak hanya peluh di tubuh tapi juga air mata mengiringi,
Namun itu tak membuatnya bergeming.
Ia tetap diam...

Telah Q telusuri lorong batinnya,
Bukan hanya bergulat resah bahkan Aq pun pernah bersimbah darah,
Tapi itu tak menjadikannya luluh.
Ia masih saja bungkam...

Hatinya tak lagi bisa Q tatap jelas,
Terlalu dalam...
Sama seperti jurang curam di tengah lembah pekat.
Sama sekali tak terlihat.

Sudah Q tapaki jalan nafasnya,
Sudah Q susuri pelataran jiwanya..
Sudah pula Q jelajahi ruang hidupnya,
Dan akhirnya yang ada hanyalah kata ,”Sudah!,
Sudahi saja semuanya...karena kini dia sudah tak ada!”

1 comment:

UNP TECHNICAL COMMUNITY 2001 said...

Kebanggaan kita yang terbesar adalah
bukan tidak pernah gagal,
tetapi bangkit kembali setiap kali kita jatuh. salam kenal dan ditunggu postingan selanjutnya