Thursday, 26 March 2009

Motivasi Kehebatan Diri Dalam Pergaulan

Orang yang cemerlang ialah orang yang hebat dalam pergaulan dan ramai kawan. Tiada kejayaan sebenar tercetus secara bersendirian. Kita amat memerlukan bantuan, teguran dan penglibatan orang lain untuk mengorak langkah menuju kejayaan. Pakar motivasi tanah air, Dato Dr. Haji Mohd Fadzilah Kamsah telah menyenaraikan faktor-faktor yang boleh merangsang kehebatan dalam pergaulan.
Antara faktor yang menyebabkan kita mudah berinteraksi dengan orang lain dan orang lain mudah tertarik dengan kita ialah:

1. Jaga solat dan lakukan ibadah khusus dan umum yang lain.
2. Sentiasa bersangka baik dengan semua orang (walaupun kita perlu berwaspada setiap masa).
3. Sentiasa memberikan senyuman ikhlas kepada orang di sekeliling kita.
4. Banyakkan bersedekah, baik dalam bentuk uang, senyuman, bantuan tenaga, masa, nasihat, idea, pandangan, sokongan moral dan doa yang berterusan.
5. Sentiasa memperbanyakkan sabar. Nabi pernah berpesan supaya mencari 144 sebab sebelum kita memarahi seseorang.
6. Sentiasa ceria apabila bertemu dengan orang lain. Pastikan setiap orang senang berinteraksi dengan kita.
7. Pamerkan perasaan sayang dan sentiasa sayang-menyayangi antara satu sama lain.
8. Tunjukkan sikap & Prilaku yang positif setiap waktu. Peribadi yang kurang sopan akan membuatkan orang lain mual terhadap kita.
9. Amalkan sunnah-sunnah harian setiap masa dan insya-Allah orang lain akan tertarik kepada kita.
10. Jika muncul perasaan sombong atau benci terhadap orang lain, terus ingatkan diri kita tentang mati. Kita mudah insaf dan balik ke pangkal jalan bila diri mengingati mati.
11. Senantiasa bersyukur dan redha di atas pemberian Tuhan.
12. Senantiasa memberi salam atau ucap selamat kepada orang lain. Pemberian salam akan mengukuhkan hubungan sesama manusia.
13. Tunjukkan simpati kepada individu- individu yang memerlukan simpati dan perhatian.
14. Jadilah pendengar dan kawan yang setia.
15. Sampaikan berita baik tentang orang lain dan sembunyikan keburukan dan kelemahan orang lain.
16. Sentiasalah bermaaf-maafan sebelum berpisah dengan seseorang dan iringi perpisahan dengan doa.

Bagi menarik perhatian orang lain untuk mendekati kita, maka kita sendiri perlu memperbaiki diri dan kelemahan kita. Orang yang mengasihi dirinya tidak akan melakukan kegiatan yang boleh menyabotase serta memudaratkan dirinya. Setiap tindak tanduknya akan dilakukan secara berhikmah dan memikirkan perasaan orang lain.

Qu Ucapkan Welcome To KEMATIAN, Nice To Meet With ALLAH SWT

         Dimulai saat anda menghembuskan napas untuk yang terakhir kalinya, anda tidak ada apa-apanya lagi selain “seonggok daging”. Tubuh anda yang diam dan terbujur kaku, akan dibawa ke kamar mayat. Di sana, ia akan dimandikan untuk yang terakhir kalinya. Dengan dibungkus kain kafan, jenazah anda akan di bawa ke kuburan dalam sebuah peti mati. Sesudah jenazah anda dimasukkan ke dalam liang lahat, maka tanah akan menutupi anda. Ini adalah kesudahan cerita anda. Mulai saat ini, anda hanyalah seseorang yang namanya terukir pada batu nisan di kuburan.
          Selama bulan-bulan atau tahun-tahun pertama, kuburan anda sering dikunjungi. Seiring dengan berlalunya waktu, hanya sedikit orang yang datang. Beberapa tahun kemudian, tidak seorang pun yang datang mengunjungi.
Sementara itu, keluarga dekat anda akan mengalami kehidupan yang berbeda yang disebabkan oleh kematian anda. Di rumah, ruang dan tempat tidur anda akan kosong. Setelah pemakaman, sebagian barang-barang milik anda akan disimpan di rumah: baju, sepatu, dan lain-lain yang dulu menjadi milik anda akan diberikan kepada mereka yang memerlukannya. Berkas-berkas anda di kantor akan dibuang atau diarsipkan. Selama tahun-tahun pertama, beberapa orang masih berkabung akan kepergian anda. Namun, waktu akan mempengaruhi ingatan-ingatan mereka terhadap masa lalu. Empat atau lima dasawarsa kemudian, hanya sedikit   orang saja yang masih mengenang anda. Tak lama lagi, generasi baru muncul dan tidak seorang pun dari generasi anda yang masih hidup di muka bumi ini. Apakah anda diingat orang atau tidak, hal tersebut tidak ada gunanya bagi anda ??????
            Sementara semua hal ini terjadi di dunia, jenazah yang ditimbun tanah akan mengalami proses pembusukan yang cepat. Segera setelah anda dimakamkan, maka bakteri-bakteri dan serangga-serangga berkembang biak pada mayat tersebut ; hal tersebut terjadi dikarenakan ketiadaan oksigen. Gas yang dilepaskan oleh jasad renik ini mengakibatkan tubuh jenazah menggembung, mulai dari daerah perut, yang mengubah bentuk dan rupanya. Buih-buih darah akan meletup dari mulut dan hidung dikarenakan tekanan gas yang terjadi di sekitar diafragma. Selagi proses ini berlangsung, rambut, kuku, tapak kaki, dan tangan akan terlepas. Seiring dengan terjadinya perubahan di luar tubuh, organ tubuh bagian dalam seperti paru-paru, jantung dan hati juga membusuk. Sementara itu, pemandangan yang paling mengerikan terjadi di sekitar perut, ketika kulit tidak dapat lagi menahan tekanan gas dan tiba-tiba pecah, menyebarkan bau menjijikkan yang tak tertahankan. Mulai dari tengkorak, otot-otot akan terlepas dari tempatnya. Kulit dan jaringan lembut lainnya akan tercerai berai. Otak juga akan membusuk dan tampak seperti tanah liat. Semua proses ini berlangsung sehingga seluruh tubuh menjadi kerangka.
Tidak ada kesempatan untuk kembali kepada kehidupan yang sebelumnya. Berkumpul bersama keluarga di meja makan, bersosialisasi atau memiliki pekerjaan yang terhormat ; semuanya tidak akan mungkin terjadi.
            Singkatnya, “onggokkan daging dan tulang” yang tadinya dapat dikenali; mengalami akhir yang menjijikkan. Di lain pihak, anda – atau lebih tepatnya, jiwa anda – akan meninggalkan tubuh ini segera setelah nafas anda berakhir. Sedangkan sisa dari anda – tubuh anda – akan menjadi bagian dari tanah.

Ya, tetapi apa alasan semua hal ini terjadi?
Seandainya Allah ingin, tubuh ini dapat saja tidak membusuk seperti kejadian di atas. Tetapi hal ini justru menyimpan suatu pesan tersembunyi yang sangat penting
           Akhir kehidupan yang sangat dahsyat yang menunggu manusia ; seharusnya menyadarkan dirinya bahwa ia bukanlah hanya tubuh semata, melainkan jiwa yang “dibungkus” dalam tubuh. Dengan lain perkataan, manusia harus menyadari bahwa ia memiliki suatu eksistensi di luar tubuhnya. Selain itu, manusia harus paham akan kematian tubuhnya - yang ia coba untuk miliki seakan-akan ia akan hidup selamanya di dunia yang sementara ini -. Tubuh yang dianggapnya sangat penting ini, akan membusuk serta menjadi makanan cacing suatu hari nanti dan berakhir menjadi kerangka. Mungkin saja hal tersebut segera terjadi.
           Walaupun setelah melihat kenyataan-kenyataan ini, ternyata mental manusia cenderung untuk tidak peduli terhadap hal-hal yang tidak disukai atau diingininya. Bahkan ia cenderung untuk menafikan eksistensi sesuatu yang ia hindari pertemuannya. Kecenderungan seperti ini tampak terlihat jelas sekali ketika membicarakan kematian. Hanya pemakaman atau kematian tiba-tiba keluarga dekat sajalah yang dapat mengingatkannya [akan kematian]. Kebanyakan orang melihat kematian itu jauh dari diri mereka. Asumsi yang menyatakan bahwa mereka yang mati pada saat sedang tidur atau karena kecelakaan merupakan orang lain; dan apa yang mereka [yang mati] alami tidak akan menimpa diri mereka! Semua orang berpikiran, belum saatnya mati dan mereka selalu berpikir selalu masih ada hari esok untuk hidup.
            Bahkan mungkin saja, orang yang meninggal dalam perjalanannya ke sekolah atau terburu-buru untuk menghadiri rapat di kantornya juga berpikiran serupa. Tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa koran esok hari akan memberitakan kematian mereka. Sangat mungkin, selagi anda membaca artikel ini, anda berharap untuk tidak meninggal setelah anda menyelesaikan membacanya atau bahkan menghibur kemungkinan tersebut terjadi. Mungkin anda merasa bahwa saat ini belum waktunya mati karena masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan. Namun demikian, hal ini hanyalah alasan untuk menghindari kematian dan usaha-usaha seperti ini hanyalah hal yang sia-sia untuk menghindarinya:
 
Katakanlah: “Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (QS. 33:16)

Manusia yang diciptakan seorang diri haruslah waspada bahwa ia juga akan mati seorang diri. Namun selama hidupnya, ia hampir selalu hidup untuk memenuhi segala keinginannya. Tujuan utamanya dalam hidup adalah untuk memenuhi hawa nafsunya. Namun, tidak seorang pun dapat membawa harta bendanya ke dalam kuburan. Jenazah dikuburkan hanya dengan dibungkus kain kafan yang dibuat dari bahan yang murah. Tubuh datang ke dunia ini seorang diri dan pergi darinya pun dengan cara yang sama. Modal yang dapat di bawa seseorang ketika mati hanyalah amal-amalnya saja.

15 Siksaan Jika Tinggalkan Shalat


RASULULLAH SAW bersabda yang bermaksud: "Sesiapa meninggalkan solat dengan sengaja, maka sesungguhnya dia kafir yang nyata."
Berdasarkan hadis ini, sebahagian ulama berfatwa tidak wajib menyembahyangkan jenazah seseorang yang meninggal dan mengaku Islam, tetapi tidak pernah mengerjakan solat. Malah, ada yang mengatakan haram menyembahyangkan individu berkenaan.
Siksaan dan azab bagi orang yang lalai serta meninggalkan solat seperti sabda Rasulullah SAW:
"Siapa meringan dan melalaikan solat lima waktu yang difardukan ke atasnya, akan menerima seksaan atau azab Allah dengan 15 azab.
Enam daripada seksaan itu diterima di dunia, tiga ketika hampir ajalnya, tiga ketika berada di dalam kubur dan tiga lagi ketika berjumpa Allah pada hari kiamat.

Sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apakah seksaan ketika di dunia?"

Jawab Baginda:
1. Hilang berkat umurnya (hidup percuma dengan kekosongan, jika hidup mewah, kemewahan itu hanya istidraj belaka).
2. Hilang keberkatan rezekinya (rezekinya terbuang sia-sia, walaupun kaya, tetapi kekayaan itu menjadi laknat ke atasnya).
3. Dihilangkan Allah tanda salih pada mukanya.
4. Tidak diakui masuk golongan Islam (zahirnya saja Islam tetapi batinnya munafik, malah dia termasuk golongan munafik).
5. Segala amal baiknya (sedekah dan sebagainya) tidak diberi ganjaran.
6. Doanya ditolak Allah.

Hadis riwayat Ibnu Abbas, katanya: “Aku dengar Rasulullah SAW bersabda: "Bermula orang meninggalkan solat itu, bukanlah dia daripada golongan Islam. Allah tidak terima tauhid dan imannya dan tidak ada faedah sedekah, puasa dan syahadatnya"

Kemudian bertanya lagi sahabat: "Ya Rasullullah SAW, apa pula siksaan yang akan diterimanya ketika hampir ajalnya?"

Jawab Baginda:
l. Adalah matinya dalam kehinaan yaitu, rohnya dicabut dengan kasar dan tidak ada belas kasihan.
2. Matinya juga dalam kelaparan, bukan kerana tiada makanan, tetapi nafsunya tiada lagi, perut lapar tetapi tidak dapat makan sesuatu kerana sakit ketika roh akan keluar.
3. Matinya juga dalam kehausan, malah jika diberi minum air dari semua lautan di dunia ini tidaklah memberi apa-apa kesan pada dahaganya ketika sakaratul maut.

Sahabat bertanya lagi: "Ya Rasulullah SAW, apa pula siksaan di dalam kuburnya?"

Rasulullah SAW bersabda: "Disempitkan Allah kuburnya, digelapkan Allah kuburnya, dan akan diperintahkan Allah beberapa malaikat menyiksanya hingga hari kiamat tanpa henti."

Ada riwayat menyatakan, orang yang meninggalkan solat, akan Allah hantarkan kepadanya seekor ular besar bernama Suja'ul akra', yang matanya daripada api, mempunyai tangan dan berkuku besi, dengan membawa alat pemukul dari besi berat.
Ia akan berkata, kepada si mati dengan suaranya bagai halilintar: "Aku disuruh oleh Allah memukul engkau sebab meninggalkan solat dari Subuh hingga Zuhur, kemudian dari Zuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib dan dari Maghrib ke Isyak hingga Subuh."
Lalu Suja'ul akra' terus memukul mayat orang yang meninggalkan solat dan setiap kali dipukul, mayat itu terbenam ke dalam bumi beberapa ratus hasta.
Kemudian dikeluarkan mayat itu dengan kuku besinya lantas ditanya lagi dan dipukul lagi hingga hari kiamat

Sahabat bertanya lagi: "Ya Rasulullah SAW, bagaimanakah keadaan orang yang meninggalkan solat ketika di depan Allah?"

Jawab Baginda:
1. Ketika bertemu Allah pada hari kiamat kelak, datang malaikat menyiksanya dengan rantai panjang. Rantai itu diikat ke leher orang yang meninggalkan solat serta dimasukkan ke mulutnya dan dikeluarkan melalui duburnya. Kemudian rantai itu ditarik dan disentap.
"Malaikat yang menghelanya berteriak: Inilah balasan bagi orang meninggalkan solat yang difardhukan. Kemudian orang itu ditarik serta dilemparkan ke neraka bernama Saqar."

2. Ketika berjumpa Allah, orang yang tidak menunaikan solat tidak akan mendapat keampunan Allah.

3. Ketika dibangunkan semula pada hari kebangkitan, Allah tidak menaruh rahmat dan belas kasihan kepadanya.

Yuk Sama - sama kita renungkan Akhwat & Ikhwan Fillah.

Apakah surga hanya milik umat islam? YA

Kalau Ada orang non islam yang berbuat banyak kebaikan semasa hidupnya, Apakah Kebajikan Itu berguna Baginya di akherat nanti? TIDAK,

Soalan:
Kalau seorang non muslim menjalani hidupnya jauh dari maksiat dan dosa besar, selalu menjalankan kebajikan sebatas yang dia mampu, iapun hidup dengan baik meski di luar agama Islam, apakah ia bisa masuk Surga dengan amal kebajikan yang dia lakukan, sementara ia tidak menerima tauhid kepada Allah (secara sadar atau karena tidak tahu)? Atau ia akan masuk Neraka dan tidak akan selamat? Tolong dijelaskan.

Jawaban:
Al-Hamdulillah. Sesungguhnya apabila seseorang meninggal di luar Islam, tidak akan mungkin masuk Surga berdasarkan firman Allah:
“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya jannah, dan tempatnya ialah naar, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun.” (Al-Maa-idah : 72)

Sementara semua amal kebajikan yang dilakukannya padahal ia masih kafir, tidak akan berguna di akhirat sedikitpun, dan tempat kembalinya adalah Neraka. Dasarnya adalah firman Allah:
“Barangsiapa mencari agama selain dari agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia diakhirat termasuk orang-orang yang rugi..” (Ali Imraan : 85)

Demikian juga firman Allah:
” Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan…” (Al-Furqaan : 23)

Juga firman Allah:
” Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan..” (Al-A’raaf : 147)

Aisyah -Radhiallahu ‘anha– pernah bertanya persis dengan yang ditanyakan oleh penanya di atas: “Wahai Rasulullah! Ibnu Juz’an dahulu di masa jahiliyyah selalu menjaga hubungan silaturrahmi dan memberi makan fakir miskin. Apakah itu berguna baginya di akhirat?” Beliau menjawab: “Tidak akan berguna baginya. Karena ia tidak pernah mengucapkan: “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku di Hari Pembalasan nanti.” (HR. Imam Muslim dalam Shahih-nya 214)

Adapun apabila orang kafir itu belum mendengar tentang Islam dan belum sampai dakwah kepadanya, maka Wallahu A’lam, Allah akan mengujinya di Hari Kiamat nanti.


Muhasabah Cinta


Wahai Pemilik nyawa Qu
betapa lemah diri Qu ini
Berat ujian dari-Mu
Qu pasrahkan semua pada-Mu
Tuhan...Baru Qu sadar
indah nikmat sehat itu
tak pandaiAq bersyukur
kini  Qu harapkan cinta-Mu
kata2 cinta terucap indah
mengalir berzikir di kidung doa Qu
sakit yg Qu rasa biar jadi penawar dosa Qu
butir2 cinta air mata Qu
teringat semua yg Kau beri untuk Qu
ampuni khilaf dan salah selama ini
ya Ilahi
muhasabah cinta Qu
Tuhan kuatkan Aq ... lindungi Qu dari putus asa
jika Qu harus mati pertemukan Aq dgn-Mu
Amiiin




dERaiaN aiR maTa iNi...


Malam yang sunyi...
Tak terasa air mata Qu jatuh berderai...
Ketika Qu merenung...
Ketika Qu sadar,diri Qu ini hanyalah insan lemah...
Ketika Qu sadar,diri Qu ini hanyalah insan biasa...
Ketika Qu sadar,diri Qu ini hanyalah insan yang tak luput dari kesalahan...
Ketika Qu sadar,diri Qu ini hanyalah insan yg tak luput dari khilaf...
Ya Allah...
Apakah air mata ini adalah air mata ke-insafan...???
Apakah tetesan air mata ini yang akan menjadi penyimbah api neraka...???
Ya Robb...
Ya Robb...
Ya Robb...

Ktika Anak Qu Masih Bayi



Anak Qu...
Ketika kamu masih kecil.
Ummi menghabiskan waktu slalu bersamamu ...
Mengajarkan kamu menggunakan sendok, garpu untuk makan..
Menyuapi Makan dan Memberimu Susu
Mengancingkan baju, bermain luncur2an...
Memakai baju, menyisir...
Setiap detik perdetik slalu bersama kamu...
Merupakan kenangan terindah bagi Ummi ...
Saat ini...
Ketika Ummi mulai lupa segalanya...
Sulit menyambung kata2
Berilah Ummi sedikit waktu...Untuk mengingatkannya kembali
Walaupun mungkin Ummi pun lupa apa yg akan dikatakan..
Anak Qu ...
Bukankah dulu kita pernah mengulangnya terus menerus...
Untuk belajar menyanyi lagu itu..
Masih ingatkah bagaimana Ummi selalu..
Berusaha menjawab pertanyaan - pertanyaanmu yg lucu2..
Saat ini ketika Ummi selalu mengulang cerita2 lama..
Bersenandung lagu2 yg lama...
Mengertilah..
Biarkanlah Ummi hanyut dalam kenangan2 ini..
Semoga kamu mau menemani sesaat..
Anak Qu saat ini Ummi sering lupa
mengancingkan baju mengikat tali sepatu..Makan..Juga mengotori baju..
Menyisir dgn tangan gemetar..
Janganlah mendesak Ummi..
Beri Ummi lebih banyak kesabaran...
Asalkan dapat bersamamu...
Akan muncul begitu banyak kenangan..Anak Qu..
Sekarang..Kaki Ummi sulit untuk berdiri..
Maukah...Pegang erat tangan Ummi Chayank ???????
Menemani Ummi...Pelan...pelan ...
Seperti tahun2 yg lalu..Saat..Ummi menemanimu...
Berjalan pelan selangkah demi selangkah.
Berlarilah Kembali ke Pelukan Ummi Chayank
Chayank ... Ummi Slalu Merindukanmu



Sunday, 22 March 2009

Hidup Adalah Ibadah

            Sebelum dilahirkan ke dunia, manusia membuat perjanjian dgn ALLAH SWT yang menciptakannya bahwa ia akan hidup di dunia dan mengabdi kepada-NYA. Ia bersedia memegang amanah sebagai khalifah di muka bumi. Namun banyak manusia yang lupa akan ikrar tersebut dan berjalan jauh dari tuntunan-NYA. Padahal, ALLAH SWT telah mengingatkan manusia dalam Alquran mengenai tujuan penciptaan manusia. "Dan Aku tidak menciptakan Jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-KU" (QS. Aldzariyat[51]:56)

              Apakah itu berarti kita harus beribadah sepanjang hari, sepanjang waktu, setiap detik, yang kita lalui ? Ya tentu saja. Karena kita akan dimintai pertanggungjawaban atas perbuatan kita kelak. Demikian berharganya waktu, ALLAH SWT pun bersumpah demi waktu. "
Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal soleh serta nasehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran." (QS. Al Ashr [103] : 1-3).
     
              Meski begitu tidak berarti kita hrus shalat terus menerus sepanjang waktu, puasa tanpa berbuka, atau membaca dan menghapal Alquran sepanjang hari atau beribadah ritual lainnya setiap saat. Karena ibadah tak hanya diartikan sebagai kegiatan ritual semata, tapi juga kegiatan sosial dan muamalah. Kita bekerja, berdagang, belajar, memasak, mencuci piring, bahkan mandi setiap hari juga sebagai ibadah jika memang diniatkan demikian. Bukankah segala perbuatan akan dinilai oleh ALLAH SWT bergantung pada niatnya ??

              Mengapa kegiatan-kegiatan yang berorientasi kehidupan dunia disebut ibadah ?? Karena, demikianlah ALLAH memerintahkan hidup manusia haruslah seimbang. ALLAH menciptakan siang untuk bekerja dan malam untuk beristirahat. ALLAH juga menyuruh manusia untuk menikah dan berketurunan. Dia memberikan tuntunan bagi manusia untuk bermuamalah dengan sesama manusia, baik orang tua, anak, tetangga, maupun fakir miskin. Semua tuntunan itu sudah lengkap dalam Alquran.

              Karena itu umat Islam hendaknya senantiasa menyelaraskan kehidupan duniawinya dengan kebutuhan hidup akhiratnya agar ia menjadi orang yang beruntung. Tak hanya di dunia, tetapi yang lebih penting lagi kelak di kampung akhirat, tempat kembali yang kekal bagi setiap manusia.

              Wallahu alam bishawab.

Renungan Qalbu !!!


Siapakah Orang Yang Sibuk ???
Orang Yang sibuk adalah orang yang suka menyepelekan waktu Shalatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s

Siapakah Orang Yang Manis Senyumnya ???
Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang ditimpa musibah lalu dia berkata "Inna Lillahi Wainna Illaihi Rajiuun." Lalu sambil berkata "Ya Rabb Aq Ridha dengan ketentuan-MU ini" sambil mengukir senyuman.

Siapakah Orang Yang Kaya ???
Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.

Siapakah Orang Yang Miskin ???
Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada selalu menumpuk - numpukkan harta.

Siapakah Orang Yang Rugi ???
Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan

Saturday, 21 March 2009

Jazakumullah Khairon Katsiro


Syukron Ya ALLAH
Engkau 'tlah membuka dan membolak-balikkan hati ini
sebelum Aq terjerumus ke dalam jurang kenistaan...
Aq sadar...
Diri ini tak layak ke Syurga-Mu
Namun, diri Qu takkan pernah sanggup ke neraka-Mu...

Syukron ya Alloh...
Engkau masih memberi Qu kesempatan
tuk memperbaiki diri ini menjadi lebih baik.
Karena Qu tau
Engkau menunjukkan semua ini
agarQu dapat mengambil hikmah dari semua kejadian yg menimpa Qu.

Ya Robbi...
Syukron karena Engkau membuka hati Qu
untuk bertaubat sebelum semuanya terlambat.
Qu tak kan pernah menyiaka-nyiakan kesempatan yg 'tlah Engkau berikan.
Meskipun Aq tau,diri Qu tak kan pernah alpa dari kesalahan...
Qu tak perduli apa kata orang...
Bimbing hamba ya Robb...
Diri Qu yg selalu mendamba cinta-Mu...

Aamiin...

Munajat Untuk Alvin Qu



Ya Allah, jadikanlah anak Qu
Seorang yang cukup kuat mengetahui kelemahan dirinya
Berani menghadapi kala ia takut
Bangga dan tidak runduk dalam kekalahan yang tulus
Serta rendah hati dan penyantun dalam kemenangan

Ya Allah, jadikanlah anak Qu
Seorang yang tahu akan adanya Engkau
Dan mengenal dirinya sebagai dasar segala pengetahuan

Ya Allah, bimbinglah dia
Jika bukan di jalan yang mudah
Jika di jalan yang penuh desakan
Penuh tantangan dan kesukaran
Ajarilah dia agar ia sanggup berdiri teguh di tengah badai
Dan belajar mengasihi mereka yang tidak berhasil

Ya Allah, jadikanlah anak Qu
Seorang yang berhati suci, bercita-cita luhur
Sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
Mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu
Sesudah semuanya membentuk dirinya

Hamba mohon, ya Allah,
Rahmatilah ia dengan rasa humor
Sehingga sungguh-sungguh tapi tak berlebihan
Berilah ia kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran
Setelah semua ini, ya Allah
Dari kekuatan dan keagunganMu itu
Jika telah demikian, ya Allah
Beranilah Aq berkata
"Tak sia sia Aq hidup sebagai Umminya"


SHALAT

SUBUH

Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Subuh ialah Nabi Adam a.s., iaitu tatkala baginda keluar dari syurga lalu dihantar ke bumi. Perkara pertama yang dilihatnya ialah kegelapan Dan baginda berasa takut yang amat sangat. Apabila fajar Subuh telah keluar Nabi Adam a.s. Pun bersembahyang dua rakaat.

Rakaat pertama : Bersyukur baginda kerana terlepas dari kegelapan malam.
Rakaat kedua    : Bersyukur baginda kerana siang telah menjelma.


ZUHUR 

Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Zohor ialah Nabi Ibrahim a.s.,iaitu tatkala Allah s.w.t. Telah memerintahkan padanya agar menyembelih anaknya Nabi Ismail a.s. Sedang seruan itu datangnya pada waktu tergelincir matahari, lalu sujudlah Nabi Ibrahim empat rakaat.

Rakaat pertama  : Bersyukur bagi penebusan .
Rakaat kedua     : Bersyukur kerana dibukakan dukacitanya Dan juga anaknya .
Rakaat ketiga     : Bersyukur Dan bermohon akan keredhaan Allah.
Rakaat keempat  : Bersyukur kerana korbannya digantikan dengan tebusan kibas.


ASAR

Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Asar ialah Nabi Yunus a.s.,tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah dari perut ikan nun. Ikan nun telah memuntahkan Nabi Yunus di tepi pantai sedang ketika itu telah masuk waktu Asar. Maka bersyukurlah Nabi Yunus lalu bersembahyang empat rakaat kerana baginda telah diselamatkan oleh Allah daripada 4 kegelapan yaitu:

Rakaat pertama : Kelam dengan kesalahan.
Rakaat kedua    : Kelam dengan air laut .
Rakaat ketiga    : Kelam dengan malam.
Rakaat keempat : Kelam dengan perut ikan Nun .


MAGHRIB 

Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Maghrib ialah Nabi Isa a.s.,tatkala baginda dikeluarkan oleh Allah dari kejahilan Dan kebodohan kaumnya, sedang waktu itu telah terbenamnya matahari. Bersyukurlah Nabi Isa lalu bersembahyang tiga rakaat kerana diselamatkan dari kejahilan tersebut, yaitu :

Rakaat pertama : Untuk menafikan ketuhanan selain daripada Allah yang Maha Esa.
Rakaat kedua    : Untuk menafikan tuduhan Dan juga tohmahan ke atas ibunya Siti Mariam yang telah dituduh melakukan perbuatan sumbang.
Rakaat ketiga    : Untuk meyakinkan kaumnya bahawa Tuhan itu hanya satu iaitu Allah jua, tiada dua atau tiga.

ISYA 

Orang yang pertama mengerjakan sembahyang Isyak ialah Nabi Musa a.s. Pada ketika itu Nabi Musa telah tersesat mencari jalan keluar dari negeri Madyan, sedang dalam dadanya penuh dengan perasaan dukacita. Allah lalu menghilangkan semua perasaan dukacitanya itu pada waktu Isyak yang akhir.Lalu sembahyanglah Nabi Musa empat rakaat sebagai tanda bersyukur.

Rakaat pertama : Dukacita terhadap isterinya.
Rakaat kedua    : Dukacita terhadap saudaranya Nabi Harun.
Rakaat ketiga    : Dukacita terhadap Firaun.
Rakaat keempat : Dukacita terhadap anak Firaun .

Wednesday, 19 November 2008

Hening Cipta

...mungkin saya tak sempat berbagi makanan denganmu
tapi izinkan saya berbagi pengetahuan. ..

1. Makanan dan minuman yang paling sehat, bukanlah makanan dan minuman yang mahal dan enak, tetapi makanan yang bisa berbagi dengan mereka yang tak punya, yang terdiam dalam lapar, dan dahaga dalam haus.

2. Make up terbaik bukanlah make up mahal dari salon ternama, tapi make up yang bisa membuat kita tersenyum tulus pada sesama

3. Tugas terberat bukanlah tugas lembur sampai pagi dan mempertaruhkan nyawa, tapi belajar dan belajar untuk mengendalikan nafsu yang dimiliki, terlebih manakala kita dimarahi dan di-dzolimi tanpa sebab yang jelas

4. Pakaian yang menarik bukanlah pakaian yang bermerk terkenal, tapi
pakaian yang bisa kita berikan pada mereka yang menggigil kedinginan, dan penuh keterbatasan

5. Sepatu terbaik bukanlah sepatu dari negara maju, tapi sepatu yg bisa
menjadi alas kaki bagi kaum papa tak berdaya, bagi anak - anak miskin yang ingin sekolah, bagi mereka yang kepanasan karena aspal jalanan

6. Rumah terbagus bukanlah rumah mewah dan megah, tapi rumah yang senantiasa dihiasi oleh kalimah - kalimah thoyibah, serta menjadi pelindung bagi kaum miskin dan yatim yang sangat membutuhkan tempat tuk berteduh

7. Kendaraan terbaik bukan kendaraan keluaran terbaru, tapi kendaraan yang senantiasa mendekatkan kita tuk berbuat kebaikan, kendaraan yang bisa mengantarkan kita ke tempat - tempat ibadah menuju ridlo-Nya

8. Kepandaian yang terbaik bukanlah pengetahuan luas tanpa batas, tapi
pengetahuan yang bisa dibagi untuk mereka yang memerlukannya, dan bisa memberi secercah harapan dalam meraih masa depan yang mereka impikan

9. Wajah yang tercantik/ tampan bukanlah wajah putih mulus tanpa jerawat, tetapi wajah yang senantiasa berhiaskan air mata tobat manakala berbuat salah, dan wajah - wajah ikhlas dalam menerima segala ketentuan-Nya

10. Bibir terindah bukanlah bibir merah bak buah delima yang merekah, tapi bibir yang senantiasa basah menyebut asma-Nya, meng-agungkan kebesaran-Nya, dan bibir yang senantiasa menghindarkan diri dari dusta dan menyakitkan orang lain

11. Mata yang paling menarik bukanlah mata hitam, hijau atau biru, tetapi
mata yang senantiasa tersentuh ketika melihat penderitaan dan kesulitan orang lain, dan segera berbuat sesuai kemampuan yang dimiliki.

Semoga bisa memberi manfaat yang bisa direnungkan
Sekaligus menjadi renungan yang bermanfaat. Amin

Thursday, 9 October 2008

TURBULENSI RASA


8 Tahun sudah rasa Q ini bersarang dalam gua tak bernama..
Bahkan pada siapa Aq berharap Aq pun sudah lupa.

Ahh, rasa Q ini benar-benar jadi hampa...!

Telah coba Q daki lembah hatinya
Tak hanya peluh di tubuh tapi juga air mata mengiringi,
Namun itu tak membuatnya bergeming.
Ia tetap diam...

Telah Q telusuri lorong batinnya,
Bukan hanya bergulat resah bahkan Aq pun pernah bersimbah darah,
Tapi itu tak menjadikannya luluh.
Ia masih saja bungkam...

Hatinya tak lagi bisa Q tatap jelas,
Terlalu dalam...
Sama seperti jurang curam di tengah lembah pekat.
Sama sekali tak terlihat.

Sudah Q tapaki jalan nafasnya,
Sudah Q susuri pelataran jiwanya..
Sudah pula Q jelajahi ruang hidupnya,
Dan akhirnya yang ada hanyalah kata ,”Sudah!,
Sudahi saja semuanya...karena kini dia sudah tak ada!”

Wednesday, 8 October 2008

Untuk Malam yang Merindukan Rembulan

Malam ini menyiksa Q dengan kerinduan
Kerinduan Q pada sang rembulan
Aq ingin matahari tak terbit lagi
Biarlah gelap, dan Aq bersama rembulan Q
Aq tahu, semua terlambat
Dan tak mungkin bagi Q maju lagi
Tapi, izinkanlah Aq berharap
Berharap bahwa bulan tak bersembunyi lagi
Seandainya Aq bisa menerjemahkan kerinduan ini
Aq akan ungkapkan ia dengan kata yang terbaik yang ingin Q ucap
Aq ingin menatapnya dengan mata ini, malam ini
Lalu Q kubur diri Q dalam-dalam di tengah sahara
Agar sang bulan tak melihat Q menatapnya dengan rindu
Agar ia tak malu untuk benderang lagi
Dan Aq terbunuh bersama rindu dan air mata kehilangan
Bukan untuk kali ini, tapi Q harap inilah yang terakhir kali
Terakhir bagi Q
Merasakan kerinduan malam ini
Dan bintang bisa menertawai Q lagi

Wednesday, 24 September 2008

Fiqh I’tikaf

Dalam tinjauan bahasa Arab, al-i’tikaf bermakna al-ihtibas (tertahan) dan al-muqam (menetap)[1].

Sedangkan definisinya menurut para fuqaha adalah : Menetap di masjid dengan niat mendekatkan diri kepada Allah.[2]

Atau:

Menetap di masjid untuk taat dan melaksanakan ibadah kepada Allah saja, serta meninggalkan berbagai kesibukan dunia.[3]

Hukum dan Dalil Disyariatkannya I’tikaf

Hukumnya sunnah, dan sunnah muakkadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan.[4] I’tikaf menjadi wajib jika seseorang telah bernadzar untuk melakukannya.

Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (Al-Baqarah (2): 125).

Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Nabi Muhammad saw selalu i’tikaf setiap bulan Ramadhan selama sepuluh hari. Dan pada tahun wafatnya, beliau i’tikaf selama dua puluh hari. (HR. Bukhari).

Aisyah ra berkata: Rasulullah saw melakukan i’tikaf di sepuluh hari terakhir (bulan Ramadhan) sampai Allah mewafatkan beliau. Kemudian para istrinya melakukan i’tikaf sepeninggal beliau. (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama sepakat bahwa i’tikaf seorang istri harus seizin suaminya.

Tujuan dan Manfaat I’tikaf

Ibnul Qayyim menyebutkan bahwa tujuan disyariatkannya i’tikaf adalah agar hati terfokus kepada Allah saja, terputus dari berbagai kesibukan kepada selain-Nya, sehingga yang mendominasi hati hanyalah cinta kepada Allah, berdzikir kepada-Nya, semangat menggapai kemuliaan ukhrawi dan ketenangan hati sepenuhnya hanya bersama Allah swt. Tentunya tujuan ini akan lebih mudah dicapai ketika seorang hamba melakukannya dalam keadaan berpuasa, oleh karena itu i’tikaf sangat dianjurkan pada bulan Ramadhan khususnya di sepuluh hari terakhir.[5]

Adapun manfaat i’tikaf di antaranya adalah:

  1. Terbiasa melakukan shalat lima waktu berjamaah tepat waktu.
  2. Terlatih meninggalkan kesibukan dunia demi memenuhi panggilan Allah.
  3. Terlatih untuk meninggalkan kesenangan jasmani sehingga hati bertambah khusyu’ dalam beribadah kepada Allah swt.
  4. Terbiasa meluangkan waktu untuk berdoa, membaca Al-Quran, berdzikir, qiyamullail, dan ibadah lainnya dengan kualitas dan kuantitas yang baik.
  5. Terlatih meninggalkan hal-hal yang tidak berguna bagi penghambaannya kepada Allah swt.
  6. Memperbesar kemungkinan meraih lailatul qadar.
  7. Waktu i’tikaf adalah waktu yang tepat untuk melakukan muhasabah dan bertaubat kepada Allah swt.

Rukun I’tikaf

Rukun i’tikaf ada empat[6] :

  1. Mu’takif (orang yang beri’tikaf)
  2. Menetap. Tidak ada batasan minimal yang disebutkan oleh Al-Quran maupun Hadits tentang lamanya menetap di masjid. Namun untuk i’tikaf sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan waktu i’tikaf yang ideal dimulai pada saat maghrib malam ke-21 sampai maghrib malam takbiran.
  3. Tempat i’tikaf
Syarat I’tikaf
  1. Syarat yang terkait dengan mu’takif : beragama Islam, berakal sehat, mampu membedakan perbuatan baik dan buruk (mumayyiz), suci dari hadats besar (tidak junub, haid, atau nifas).
  2. Syarat yang terkait dengan tempat i’tikaf : masjid yang dilakukan shalat Jumat dan shalat berjamaah lima waktu di dalamnya agar mu’takif tidak keluar dari tempat i’tikafnya untuk keperluan tersebut.

Yang Membatalkan I’tikaf

  1. Kehilangan salah satu syarat i’tikaf yang terkait dengan mu’takif.
  2. Berhubungan suami istri sebagaimana firman Allah swt: Janganlah kamu campuri mereka (istri-istrimu) itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. (Al-Baqarah (2): 187)
  3. Keluar dengan seluruh badan dari tempat i’tikaf, kecuali untuk memenuhi hajat (makan, minum, dan buang air jika tidak dapat dilakukan di lingkungan masjid).

    Mengeluarkan sebagian anggota badan dari tempat i’tikaf tidak membatalkan i’tikaf sesuai dengan ungkapan ‘Aisyah ra:

    Nabi Muhammad saw mengeluarkan kepalanya dari masjid (ke ruangan rumahnya) saat beliau i’tikaf lalu aku mencucinya sedang aku dalam keadaan haid. (HR. Bukhari).

Adab atau hal yang harus diperhatikan oleh Mu’takif

  1. Selalu menghadirkan keagungan Allah di dalam hati sehingga niatnya terus terjaga.
  2. Menyibukkan diri dengan amal yang dapat mencapai tujuan i’tikaf.
  3. Bersahaja dan tidak berlebihan dalam melakukan perbuatan mubah seperti makan, minum, berbicara, tidur dan hal-hal lain yang biasa dilakukan di luar masjid.
  4. Menjauhi amal perbuatan yang dapat merusak tujuan i’tikaf seperti pembicaraan tentang materi (jual beli, kekayaan dan lain-lain).
  5. Memelihara kebersihan diri dan tempat i’tikaf serta menjaga ketertiban dan keteraturan dalam segala hal.
  6. Tidak melalaikan kewajiban yang tidak dapat ditunda pelaksanaannya, seperti nafkah untuk keluarga, menolong orang yang terancam keselamatannya, dan lain-lain. Wallahu’alam